“Praktikum Biologi Dasar: Pengamatan Sel Paramecium”

Praktikum Biologi Dasar dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi yang dihadiri oleh Mahasiswa biologi semester 1 dan didampingi oleh dosen pengampu Nurmaya Papuangan S.Pd., M.Si dan Asisten Mahasiswa. Pada pertemuan praktikum Biologi Dasar kali ini mencakup Pengamatan Protozoa-Protista Mirip Hewan (Kelompok Eukariotik).

Tujuan pada Praktikum ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui cara membuat kultur Paramecium sp.
2. Untuk menggambar Paramecium sp. yang diamati menggunakan mikroskop.
3. Untuk mengidentifikasi bagian-bagian Paramecium sp. yang diamati menggunakan mikroskop.
4. Untuk mendeskripsikan fungsi dari bagian sel Paramecium sp. yang diamati menggunakan mikroskop.

Protozoa merupakan kelompok dari Kingdom Protista, lebih tepatnya Protista mirip hewan. Contoh dari kelompok Protozoa adalah Amoeba sp., Paramecium sp., Stentor sp., Vorticella sp.,  Trypanosoma sp., dan Plasmodium sp.. Species dari kelompok ini merupakan uniseluler atau memiliki satu sel. Protozoa merupakan kelompok Eukariotik. Protozoa ini dibagi menjadi beberapa kelompok (class) didasarkan pada cara bergerak atau alat geraknya, yaitu: Rhizopoda (Sarcodina), Ciliata, Flagellata, dan Sporozoa. Pada Praktikum ini, akan diamati yaitu Paramecium sp. species
tersebut merupakan Protozoa dari kelompok Ciliata. Kelompok Ciliata bergerak menggunakan cilia atau rambut getar. Paramecium sp. memiliki bentuk tubuh seperti telapak sandal bersilia (rambut getar) di seluruh tubuhnya dengan bagian depan tumpul dan meruncing di bagian belakang dan umumnya berhabitat di air tawar yang mengandung banyak bakteri.

Pembuatan kultur Paramecium sp. sudah dibuat terlebih dahulu sebelum jalannya praktikum yaitu setiap kelompok menyiapkan air kolam atau akuarium yang dimasukkan ke dalam botol tanpa tutup dan ditambahkan rumput-rumputan ke dalam botol. Setelah itu, ditunggu selama kurang lebih 1 minggu. Alternatif air kolam adalah air sawah yang kotor, diberi jerami kemudian dimasukkan dalam botol tanpa ditutup dan ditunggu sekitar satu minggu. Praktikan juga bisa mengambil sampel
air dari sumber lain, seperti: sumur, kali, atau perairan di sekitar tempat tinggal.

Pelaksanaan Praktikum Pengamatan Sel Paramecium sp.

  1. Praktikan mengambil sampel air akuarium atau kolam berwarna hijau menggunakan pipet tetes.
  2. Meletakkan 1-2 tetes air akuarium atau kolam tersebut di atas object glass. Menutup preparat dengan cover glass.
  3. Mengamati dengan mikroskop perbesaran lemah kemudian kuat.
  4. Menggambar hasil pengamatan di tabel pengamatan dan foto hasil pengamatan preparat Paramecium sp. di mikroskop. Selanjutnya, memberi keterangan bagian sel yang teramati di hasil pengamatan.
  5. Lakukan kegiatan pengamatan hingga diketemukan species yang dimaksud. Hal ini karena dalam 1-2 tetes air sampel pasti dijumpai mikroorganisme lainnya.
   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *