“Praktikum Genetika Pewarisan Sifat Yang Dikendalikan Oleh Alel Ganda (Kasus Pada Penggolongan Darah)”

Pengaruh alel ganda dapat dilihat salah satu contohnya pada sistem golongan
darah . Darah terdiri dari dua komponen, yaitu :sel-sel (antara lain eritrosit dan leukosit)  (plasma). Penelitian Karl Landsteiner menemukan adanya dua antibodi alamiah didalam darah dan dua antigen pada permukaan eritrosit. Inilah penyebab terjadinya penggumpalan (beraglutinasi) sel-sel darah merah (eritrosit) dari beberapa individu apabila bercampur dengan serum dari beberapa orang. Golongan darah seseorang ditetapkan berdasarkan macam antigen dalam eritrosit yang dimilikinya.Bermstein tahun 1925 menegaskan bahwa antigen-antigen itu diwariskan oleh suatu seri alel ganda. Banyak para ilmuan mengikuti penemuan Landsteiner tentang penggumpalan sel-sel darah merah dan pengertian tentang reaksi antigen antibodi, maka penyelidikan selanjutnya memberi penegasan mengenai adanya dua antibodi alamiah di dalam serum darah dan dua antigen pada permukaan dari eritrosit. Salah seorang dapat membentuk salah satu atau dua antibodi atau sama sekali tidak membentuknya. Demikian pula dengan antigennya. Dua antigen itu disebut antigen –A dan antigen –B, sedangkan dua antibodi disebut anti –A (atau α) dan anti –B (atau β).

Melalui tes darah maka setiap orang dapat mengetahui golongan darahnya. Berdasarkan sifat kimianya, antigen –A dan –B merupakan mukopolisakharida, terdiri dari protein dan gula. Dalam dua antigen itu bagian proteinnya sama, tetapi bagian gulanya merupakan dasar kekhasan antigen-antibodi. Golongan darah seseorang ditentukan oleh macamnya antigen yang dibentuknya. Praktikum genetika ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi yang didampingi oleh dosen pegampuh Suparman S.Pd., M.Si., Ph.D serta Asisten Mahasiswa. Praktikum  Tes golongan darah dilakukan dengan cara menguji golongan darah setiap mahasiswa menggunakan tes anti sera. langkah praktikumnya yaitu dengan mengambil sedikit sampel darah, kemudian sampel ini akan dicampurkan dengan antigen darah untuk memastikan golongan darah yang dimiliki mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *