“Praktikum Teknik Laboratorium: Maintenance (Membersihkan Mikroskop)”

Mikroskop merupakan alat terpenting dalam laboratorium. Terdapat berbagai tipe mikroskop yang mempunyai tujuan masing-masing dari penggunaan tertentu dengan berbagai kelengkapannya. Mikroskop yang sering digunakan dalam biologi adalah mikroskop cahaya baik yang berlensa okuler tunggal atau yang lebih dikenal dengan mikroskop monokuler maupun yang berlensa okuler ganda atau yang dikenal dengan mikroskop binokuler. Merawat peralatan laboratorium harus dilakukan agar tidak adanya mikroorganisme yang menempel dan hidup karena dapat mengganggu saat melakukan kegiatan praktikum. Dari pembersihan alat dan penyimpanannya juga dapat mempengaruhi hasil penelitian, jika ditempatkan tidak sesuai maka akan menyebabkan kerusakan. Mikroskop merupakan peralatan biologi yang perlu dirawat dengan baik. Pemeliharaan alat laboratorium sangat diperlukan untuk kesinambungan kegiatan laboratorium, termasuk dalam hal ini pemeliharaan mikroskop. Praktikum Teknik Laboratorium ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi yang didampingi oleh Dosen pengampuh Nurmaya Papuangan, S.Pd., M.Si serta Asisten Mahasiswa.

Langkah kegiatan praktikum membersihkan mikroskop yaitu, (1) membersihkan lensa okuler; pertama tiup dengan perlahan untuk menghilangkan debu sebelum menyeka lensa. Kedua, bersihkan lensa dengan cotton swab yang telah dibasahi dengan larutan pembersih lensa. Bersihkan dengan gerakan memutar. Ketiga, seka lensa dengan kertas lensa. Keempat, ulangi jika diperlukan. (2) Membersihkan lensa objektif; pertama lembabkan kertas lensa dengan larutan pembersih. Kedua, seka dengan gerakan melingkar dari dalam ke luar dengan lembut. Ketiga, seka dengan tisu kering atau dengan kertas lensa. (3) Membersihkan stage mikroskop; pertama seka stage mikroskop menggunakan kain halus yang dibasahi larutan pembersih. Kedua, keringkan stage secara menyeluruh. Ketiga, ulangi langkah-langkah di atas jika diperlukan. (4) Membersihkan badan mikroskop; pertama lepaskan steker mikroskop dari sumber daya. Kedua, basahi kapas dengan larutan pembersih. Ketiga, seka badan mikroskop untuk membersihkan debu, kotoran, dan minyak. Keempat, ulangi langkah 1-3 jika diperlukan. (5) Membersihkan kondensor; pertama lepas steker mikroskop dari sumber daya. Kedua, bersihkan kondensor dan lensa auxiliary dengan menggunakan lint-free cottonswab yang sebelumnya telah dilembabkan dengan larutan pembersih lensa. Ketiga,seka dengan kain penyeka kering. (6) Mikroskop harus disimpan di tempat sejuk, kering, bebas debu dan bebas dari uap asam dan basa. Tempat penyesuaian yang sesuai ialah kotak mikroskop yang dilengkapi dengan silica gel, yang bersifat higroskopis, sehingga lingkungan sekitar mikroskop tidak lembab. Sebelum menyimpan mikroskop, bersihkan selalu mikroskop setelah digunakan dalam kegiatan praktikum, terutama hapus semua minyak imersi di permukaan lensa, sehingga partikel yang halus tidak menempel dan menggumpal serta mengering. Minyak dan partikel halus pada lensa dapat mengaburkannya dan menyebabkan goresan. Hal ini menurunkan kemampuan lensa. Preparat yang tertinggal di atas meja mikroskop merupakan pertanda jelas suatukelalaian/kecerobohan. Sebelum menyimpan mikroskop, meja mikroskop diatur lagi dan lensa objektif dijauhkan dari meja preparat dengan memutar alat penggeraknya ke posisi semula, kondensor diturunkan kembali, lampu dikecilkan intensitasnya lalu dimatikan. Dengan mematuhi petunjuk penggunaan dan pemeliharaan mikroskop, diharapkan mikroskop dapat bertahan lebih lama untuk dipergunakan pada semua kegiatan laboratorium yang lainnya.

    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *